Pages

Subscribe:

Selasa, 12 Agustus 2014

Company Profile LP3I

UAS

LP3I Gandeng 5.000 Perusahaan

LP3I Gandeng 5.000 Perusahaan
lp3i 3
"Data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2008 menyebutkan jumlah penganguran terdidik di Indonesia mencapai 600 ribu-an untuk lulusan S1 dan 500 ribu-an untuk lulusan Diploma. Hal ini disebabkan tak sesuainya kebutuhan perusahaan dengan lulusan perguruan tinggi."
Untuk menghindari hal tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pengembangan Profesi Indonesia (LP3I) melakukan terobosan dengan menjalankan kurikulum pembelajaran yang didesain sesuai dengan kebutuhan pasar dan memberikan garansi diterima kerja bagi lulusannya.
Menurut Direktur Politeknik LP3I Jakarta Kamaludin Yusuf, LP3I telah menggandeng perusahaan-perusahaan sebagai mitra, agar para mahasiswanya bisa langsung bekerja setelah menyelesaikan perkuliahan. “Kita memberikan garansi pada mahasiswa, sebelum mereka menyelesaikan perkuliahan, mereka sudah berkerja. Ini bisa terwujud karena kita menerapkan kurikulum Link & Match (Pendidikan dan penempatan kerja). Jadi apa yang diajarkan di perkuliahan , sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Kamaludin.
Untuk perusahaan yang menjadi mitra LP3I , tambah Kamaludin, saat ini jumlahnya mencapai 5000-an perusahaan se Indonesia. “Karena setiap cabang LP3I punya relasi masing-masing minimal 200 perusahaan,” ujarnya.
Pendiri LP3I Syahrial Yusuf dalam orasi ilmiahnya mengatakan, dengan metode Link & Match yang diterapkan  LP3I, lembaga berniat mencetak entrepreneur sebanyak-banyaknya. “Tidak hanya diterima kerja, lulusan LP3I diharapkan bisa mencitptakan lapangan pekerjaan untuk orang lain,” ujar Syahrial.



Pendiri LP3I Dirikan Syahrial Center

 lp3i 4
Pendiri LP3I, Syahrial Yusuf
"Pengangguran intelektual masih menjadi masalah besar di Indonesia. Menurut Jaenudin Ahmad Direktur Eksekutif Syahrial Center, ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya.
Diantaranya dari dunia pendidikan yang kurang mampu menghasilkan tenaga kerja berkualitas sesuai tuntutan pasar. Dan tidak seimbangnya lahan pekerjaan dengan poulasi penduduk yang tak terkendali. Akibatnya, seringkali tenaga kerja terdidik Indonesia kalah bersaing dengan tenaga kerja asing.
Menanggapi hal ini, Syahrial, Pendiri LP3I, akhirnya berinisiatif membentuk Syahrial Center. Lembaga yang menganut visi ‘Memberantas Pengangguran Melalui Pendidikan dan Kewirausahaan’ diharapkan bisa meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM)."
Kegiatan ini menurut Syahrial diwujudkan melalui pelatihan kewirausahaan dan kursus kecakapan gratis yang bekerja sama dengan LP3I. “Kami ingin melakukan kajian dan pengembangan ide usaha baru yg aplikatif, membangun sinergisitas antar pelaku usaha dan industri. Serta mendirikan keompok usaha dan membantu permodalan,” kata Jaenudin di Depok, Jumat (21/6) lalu.
Jaenudin menjelaskan, visi memberantas pengangguran tersebut dituangkan kedalam lima misi khsusus. Yakni, pertama mendorong terwujudnya wirausaha baru dengan prinsip iman dan takwa melalui metode spiritual entrepreneurship quotient.
Kedua, tercipta pendidikan berkualitas dan siap kerja. Ketiga, melatih wirausaha baru untuk meningkatkan keterampilan. Keempat, membangun karakter sumber daya manusia yang unggu, percaya diri, berani, jujur dan visioner. Dan terakhir, mendorong gemar budaya membaca dan giat belajar.